Menu Utama
Petugas Online
Statistik Situs
Visitors : 13693 users
Hits : 423791 hits
Month : 517 users
Today : 30 users

Rabu ,9 Maret 2011 | 10:12 wib

BUDIDAYA LEBAH MADU

  Pengembangan budidaya lebah madu memiliki dampak yang positif terhadap kelstarian sumber daya hayati dan sumber daya hutan di Indonesia, hal ini dikarenakan pengembangan budidaya lebah madu tidak dapat dipisahkan dengan kelestarian hutan yang di dalamnya terdapat berbagai macam tanaman yang menjadi sumber pakan lebah. Budidaya lebah madu juga memiliki prospek yang baik apabila dikaitkan dengan kebutuhan masyarakat dalam mengkonsumsi madu sebagai salah satu produk kesehatan.

Pada umumnya masyarakat masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan terutama dalam melakukan budidaya lebah madu,hal ini yang mendorong Badan Pelaksana Penhyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Lampung Timur melalui Kelompok Karya Tani Sejahtera mendirikan Pusat Pelatihan Pertenian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai wahana proses pendidikan dan pembelajaran bagi masyarakat yang memiliki keinginan untuk berusaha dan membudidayakan lebah madu.  Adapun tahapan- tahapan budidaya lebah madu antara lain:

A. Pengenalan Lebah.

Pengenalan lebah madu memiliki tujuan untuk mengetahui berbagai jenis lebah yang dapat mengahsilkan madu antara lain :

1.  apis cerana (lebah lokal/nyiuran)

2.  apis mellifera (lebah unggul/ import)

3.  apis dorsata (lebah hutan/ tawon gung)

4.  apis florea (lebah kalnceng/ teuweul)

Dalam satu koloni lebah, terdapat 3 kasta lebah yang terdiri dari :

1. Lebah Pekerja, memiliki ciri – ciri yaitu : bulu menutupi seluruh badan, bentuk pantat runcing, perut ramping.

2. Lebah Pejantan, memiliki ciri – ciri yaitu : perut besar, seluruh tubuh berwarna hitam, tidak memiliki sengat, kepala besar dan perut besar hampir setara dengan 

     ratu lebah.

3. Lebah Ratu, memiliki ciri – ciri yaitu : perut panjang besar, bulu tidak menutupi seluruh badan.

B. Pengenalan Pakan Lebah.

Dalam rangka mempertahankan hidupnya, lebah madu sebagai makhlukhidup memerlukan pakan. Sumber pakan untuk lebah madu adalah tanaman yang mengandung polen (tepung sari), nektar (Cairan manis di bunga) atau ekstrafloral (cairan manis pada bagian tanaman selain bunga). Syarat – syarat tanaman pakan lebah adalah :

1. Menghasilkan polen dan nektar yang disukai lebah.

2. Polen memiliki nilai gizi yang tinggi.

3.Ketersediaan nektar yang cukup dan dapat diambil oleh lebah.

4. Tanaman dapat menyediakan polen dan nektar secara berkesinambungan.

Nektar memiliki manfaat sebagai sumber karbohidrat (untukenergi/tenaga), sumber air, sumber vitamin dan mineral bagi lebah serta disimpan dalam bentuk cairan kental yang dinamakan madu. Sedangkan polen memiliki manfaat sebagai sumber protein (untuk kesehatan tubuh lebah, pertumbuhan anakan), sumber vitamin dan mineral. Jenis – jenis tanaman pakan lebah antara lain : Kelapa, kaliandara, kapok randu, mangga, rambutan, lengkeng, sonobrit, akasi mangium, durian, semangka, krokot (portulaca), jeruk, kopi, karet, kedele, bunga matahari, lamtoro, pahitan, rumput – rumputan, pisang, apel, alpukat, asam, jagung, aren, putri malu dan belimbing.

C. Teknis pembuatan setup lebah madu.

Setup merupakan tempat tinggal lebah yang terbuat dari bahan kayu randu atau kayu pule, berbentuk bujur sangkar dengan ukuran setup panjang 40 cm, lebar 30 cm, tinggi 25 cm. Setup memiliki bagian – bagian yaitu :

1. Ram yang berfungsi untuk menempatkan sarang lebah.

2. Kawat yang berfungsi untukmengikat sarang lebah supaya tidakjatuh.

3. Tutup setup terbuat dari karpet talang atau seng yang dilapisi dengan papan serta berfungsi sebagai pendingin ruangan di dalam setup.

D. Berburu lebah madu

Berburu dilakukan untuk memperoleh lebah yang dapat menghasilkan madu. Berburu lebah madu terbagi ke dalam dua kriteria yaitu :

1. Berburu di hutan, adapun peralatan yang disediakan untuk berburu lebah di hutan adalah : jaring lebah berfungsi sebagai perangkap lebah, golok yang berfungsi  untuk memperbesar diameter lubang di dalam pohon agar mudah mengambil sarang lebah. Smoker (pengasapan) yang berfungsi untuk mengeluarkan koloni lebah dari lokasi pohon ke jaring lebah. Kurungan ratu berfungsi untuk mengurung ratu selama 1 – 2 hari di dalam setup. Teknis berburu lebah di hutan adalah sebagai berikut :

    -  Menentukan pohon yang berlubang dan terdapat lebah madu.

    -  Mengambil lebah dengan cara memperbesar diameter lubang dalam pohon tersebut menggunakan golok.

    -  Selanjutnya dilakukan pengasapan di dalam lubang yang terdapat lebah dengan menggunakan karung atau kain yang dibakar. Kemudian lubang ditutup menggunakan tanah dengan tujuan agar lebah yang ada di dalam lubang tersebut  keluar dari sarangnya. Penutupan ini dilakukan selama 10 – 15 menit.

     -  Selanjutnya dipasang jaring perangkap lebah dengan tujuan agar lebah dapat ditangkap.

2.  Memasang Glodok yang terbuat dari pohon randu atau pohon kelapa yang dipotong berukuran 60 – 70 cm, selanjutnya pohon tersebut dibelah dan dibuat menyerupai perahu dan dipasang pada lokasi perkarangan atau kebun dengan tujuan agar ditempati lebah madu.

E. Cara pemindahan lebah madu ke stup lebah

Langkah – langkah pemindahan lebah madu ke stup lebah adalah sebagai berikut :

1. Menyiapkan peralatan berupa : stup atau kotak lebah, kurungan ratu, pisau, tali rafia dan hand sprayer.

2. Mengambil prim (tempat sarang lebah) dan diikat dengan tali rafia dibagian bawahnya, kemudian sarang lebah diletakkan pada prim dan diikat dengan tali rafia pada bagian atas prim sesuai dengan jumlah sarang lebah, selanjutnya dimasukkan ke dalam stup.

3. Tahapan berikutnya adalah mencari ratu lebah di dalam koloni lebah. Setelah ratu lebah ditemukan, kemudian dimasukkan ke dalam kurungan ratu dan diikat di prim selanjutnya dimasukkan ke dalam stup yang telah diisi sarang lebah.

4.  Tahapan selanjutnya adalah memasukkan seluruh koloni lebah ke dalam stup dengan cara ditaburkan.

F.  Pemeliharaan lebah madu.

Pemeliharaan lebah madu di dalam stup dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Seluruh stup diletakkan pada bagian atas tiang yang telah disiapkan dengan ukuran tinggi tiang 70 cm dan terbuat dari kayu berbentuk balok atau bulat pada bagian atasnya.

2. Selanjutnya seluruh tiang dilumuri dengan oli bekas dengan jangka waktu satu minggu sekali, tujuannya agar serangga tidak naik dan merusak sarang lebah yang terdapat di dalam stup.

G. Pemanenan lebah madu.

Pemanenan lebah madu untuk tahap awal dilakukan 3 bulan setelah pemindahan lebah ke dalam setup, selanjutnya pemanenan lebah dilakukan setiap 24 hari sekali. Cara melakukan pemanenan lebah madu yaitu :

1. Menyiapkan peralatan panen berupa : pisau, hand sparayer, ember.

2. Mengambil sarang lebah yang terdapat di dalam stup satu-persatu menggunakan tangan.

3. Selanjutnya mengambil madu yang terdapat diatas sarang dengan cara menggunakan pisau.   

H. Pasca panen dan pemasaran hasil lebah madu.

Madu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan serta bahan baku industri lainnya diantaranya : makanan dan minuman, kosmetik dan obat – obatan.

Pemasaran madu dapat dikoordinir melalui kelompok tani yang selanjutnya dijual kepada perusahaan atau masyarakat yang berminat dan membutuhkan madu. (BP4K/ THQ)

Ganti Bahasa
February 2016
Min Sen Sls Rbu Kms Jmt Sbt
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29     
«« «       » »»
Content loading in 3.4821 s